Memahami Perilaku Semut Rangrang

 

Memahami Perilaku Semut Rangrang

Semut rangrang adalah salah satu hewan yang terorganisir dan pemberani. Semut rangrang hidup berkoloni (bergerombol) bersama kelompoknya. Mereka saling membantu dan bekerjasama satu sama lain.  Ada semut ratu, pekerja, prajurit dan betina. Semua saling bekerjasama demi mempertahankan hidup dan melanjutkan keturunan dengan menghasilkan telur yang biasa disebut kroto.

Semut rangrang memiliki kemampuan melumpuhkan luar biasa untuk melumpuhkan korban atau mangsanya. Meskipun ukuran tubuhnya kecil dengan beberapa cm saja, semut rangrang mampu mematikan mangsanya yang berukuran lebih besar seperti ulat dan hewan lainnya dari gigitannya yang kuat.

Semut rangrang adalah hewan agresif, aktif dan menyukai ketinggian. Oleh karenanya, ia suka naik ke atas ke posisi yang lebih tinggi. Setiap ada gangguan dari luar, semut rangrang langsung sigap menggigit korbannya dengan kuat.  Coba saja anda mendekati semut, langsung saja ia menggigitnya dengan gigitan yang menyakitkan.

Semut rangrang juga termasuk hewan yang tidak pernah putus asa. Ia selalu berjuang untuk mendapatkan makanan. Memang, secara biologis, habitat aslinya adalah di alam bebas dengan membuat “Tombol” di pepohonan. Namun, seiring perkembangan zaman, kini mulai dicoba dibudidayakan atau dikembangkan dengan aneka metode. Ada metode semi alam dengan memakai pohon tanaman, media toples, media paralon, media pipa, media botol aqua gallon air minum dan yang terakhir media besek.

Tentu masing masing ada kelebihan dan kekurangannya. Anda bebas untuk mencobanya. Hanya saja, mengingat ini adalah hal yang baru, belum ada standar yang baku dan dipatenkan. Dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam terutama terkait manakah cara budidaya kroto yang efektif dan efisien. Semoga saja ke depan akan ada terobosan pengembangan semut rangrang yang lebih efektif sehingga potensi keberhasilan lebih tinggi.

Sumber : www.juragankrotobagus.blogspot.com

Jahe Merah untuk Kesehatan Buah Hati Anda

Jahe Merah untuk Kesehatan Bayi

Seperti yang kita ketahui bersama, Jahe adalah salah satu tanaman rempah rempah yang kaya akan khasiat dan manfaat. Itulah sebabnya, jahe banyak dibudidayakan dan dikembangkan masyarakat dengan aneka teknik  pembibitan jahe yang beragam. Bukan saja sebagai tanaman obat keluarga, tetapi juga banyak manfaat kesehatan lainnya seperti pencegah stroke, masuk angin, penyakit jantung dan penyakit dalam lainnnya.

 

Manfaat jahe tidak hanya dirasakan bagi golongan dewasa saja, tetapi seiring dengan perkembangan zaman, kini jahe juga bisa dimanfaatkan untuk bayi. Zat atau senyawa dalam jahe memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bayi. Adapun, manfaat jah bagi bayi adalah sebagai berikut :

  1. jahe memiliki kandungan minyak atsiri, zingiberen, zingerol dan resin yang terdapat pada obat tradisional jahe yang terbukti memberikan rasa hangat pada tubuh bayi. sehingga si buah hati anda pun merasa nyaman dan rileks. Tidak gampang rewel. Pemanfaatan jahe dalam kondisi ini cocok di kala musim dingin tiba atau ketika bayi mengalami penurunan kondisi suhu tubuh. 
  2. jahe dipercaya mampu menambah nafsu makan bayi dari hasil senyawa aktif dalam kandungan jahe.
  3. Enzim protease dan enzim lipase yang terdapat pada jahe, termasuk jahe merahdapat mencerna lemak dan protein dengan bagus. Dengan begitu bisa membantu proses penyerapan makanan pada saluran pencernaan bayi, dan akhirnya lambung bayi pun menjadi lebih sehat dan anda sebagai orang tua pun tentu senang.

Jahe Merah Untuk Mengusir Asma

MANFAAT JAHE MERAH UNTUK MENGUSIR ASMA

Jahe merah adalah salah satu  tanaman obat keluarga (Toga) yang multikhasiat. Salah satunya adalah mengusir asma. Dilansir dari situskesehatan.kompas.com, jahe merah mampu mengobati asma yang diderita Asmalia Sulastri (35). Sebelumnya, bila ia kambuh asmanya, ibu empat anak ini bisa sampai pingsan. Wajar, bila ia pun sering masuk rumah sakit karenanya.

Dia pun mencoba berobat dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan herbal. Dan ia pun mencoba meminum ekstrak jahe merah yang rutin ia seduh. Tak lama kemudian, penyakit asma yang dideritanya pun hilang. Sejak saat itu, ia pun seringkali mengonsumsi minuman jahe merah. Baik yang sudah diekstraksi maupun yang masih berupa rimpang utuh.

Itulah sebabnya, mencoba budidaya jahe merah patut dikembangkan dan dilestarikan masyarakat Indonesia. Bukan saja untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk kepentingan keluarga. Bilamana diantara keluarga kita menderita penyakit asma, masuk angin, sakit pinggang, radang tenggorokan dan lain sebagainya, tentu akan sangat bermanfaat bila memiliki jahe merah. Anda tinggal memetik di kebun atau lingkungan pekarangan anda.

Anda ingin membudidayakan jahe merah? Pastikan anda memilih bibit jahe merah yang baik dan berasal dari petani atau penjual yang terpercaya. Jangan asal membeli jahe merah di pasaran tanpa mengetahui berapa usia tanamnya. Sebab, bila usia bibit rimpang jahe merah kurang dari satu tahun biasanya menghasilkan bibit yang kurang bagus. Atau bila anda bingung, beli saja bibit jahe merah dalam polybag yang sudah jadi. Sebab, anda tinggal mengembangkannnya. Entah mau dipindah ke polybag besar ataupun dipindahkan ke media karung. Anda tentu punya pilihan masing masing. Saran saya, apapun media anda, pastikan bibit yang anda pilih benar benar unggul, super atau berkualitas

Makanan Semut Rangrang supaya cepat bertelur

Agar semut kroto cepat bertelur

 

Setiap pembudidaya kroto/peternak kroto tentu senang bila semut kroto berkembang dengan baik sekaligus cepat bertelur. Namun, kenyataanya tidak mudah seperti yang dibayangkan. Di lapangan, banyak sekali kendala yang membuat semut rangrang enggan bertelur. Bahkan, alih alih cepat bertelur, semut kroto malah banyak setress dan menjatuhkan diri ke lantai. Lalu, bagaimana solusinya?

 

Penyebab semut lambat berkembang dan bertelur tentu banyak faktor; mulai dari suhu ruangan yang terlalu panas, rak yang bercampur bahan kimia, stok makanan yang kurang dan basi, variasi suplemen makanan yang kurang, lingkungan yang terlalu ramai, cara perawatan yang salah dan berbagai faktor lainnya.

 

Tentu saja penyebab-penyebab tersebut diatas harus kita atasi. Tidak bisa ternak kroto sekedar asal-asalan dan mengikuti trend semata. Anda harus terus belajar dan mencari solusi terbaik dalam budidaya kroto. Yakinlah, pasti ada jalan bila kita mau sabar, belajar, berusaha dan terus mencoba.

 

Nah, menurut pengalaman kami yang beternak kroto selama beberapa tahun, agar semut kroto cepat berkembang ada pada makanan yang berkualitas; yaitu ikan, tepung ikan dan sejenisnya. Bahkan, ikan lele, udang dan madu yang masih segar menurut pengalaman kami cukup membantu dalam produksi kroto. Biasanya setelah kami memberi makanan tersebut, semut kroto beberapa hari kemudian, terutama di pagi hari tampak, terlihat putih-putih yang memenuhi toples bibitkroto di kandang kroto.

 

Tentu saja ini sekedar pengalaman dari kami. Temen-temen yang sudah pernah pengalaman silahkan berbagi disini. Ada banyak solusi, jika kita semua terus belajar, membuka fikiran dan berbagi terhadap segala permasalahan yang kita hadapi bersama, termasuk dalam hal ini adalah budidaya kroto yang memang kian memikat dan menyimpan potensi sekaligus misteri ini.

Manfaat Khasiat Jahe Merah

Manfaat dan khasiat jahe merah

Jahe merah adalah salah satu tanaman obat obat keluarga (TOGA) yang memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi kesehatan. Jahe merah secara turun temurun digunakan masyarakat Indonesia untuk meredakan berbagai macam penyakit seperti sakit kepala, batuk, masuk angin dan lain sebagainya.

Jahe merah juga digunakan sebagai salah satu obat untuk meredakan berbagai gangguan saluran pencernaan, rematik, obat anti mual dan mabuk perjalanan, kembung, kolera, diare, sakit tenggorokan, difteria, penawar racun, gatal akibat gigitan serangga, keseleo, bengkak dan memar.

Di beberapa sumber juga disebutkan bahwa jahe dapat mencegah serta mengobati berbagai penyakit seperti luka bakar, sakit kepala, migraine, menurunkan kadar kolesterol, rematik, tukak lambung, anti depresi, hingga impotensi. Namun, secara klinis memang belum ada bukti secara ilmiah terkait hal tersebut.

Sejauh ini, jahe merah dalam uji farmakologis terbukti memiliki manfaat sebaga obat antiradang. Di dalam suatu uji laboratorium, ekstrak jahe merah dalam air panas bisa menghambat aktifitas lipoksigenase dan Siklooksigenase sehingga bisa menurunkan kadar prostaglandin dan leukotriena.

Sebuah riset di China disebutkan bahwa ratusan penderita rematik dan sakit punggung kronis yang disuntik 5-10 % ekstrak jahe memperoleh efek pengurangan rasa sakit dan menurunkan pembengkakan tulang sendi.

Secara garis besar, jahe adalah tanaman agrikultur yang bernilai daya tinggi yang diperuntukkan selain untuk konsumen langsung seperti penderita radang d,ll, juga untuk bahan baku industry herbal, makanan ringan, obat obatan, farmasi, dan menu khas di warung-warung jahe atau restoran umum.

bibit jahe merah